Beberapa hari ini aku merasa kurang enak badan. Setiap malam terserang gatal-gatal luar biasa di bagian organ intim kewanitaanku. Kalau menurut hasil googling dan survey dengan rekan sejawat, aku mengalami keputihan. Yak… Keputihan…
Huhuhu… Agak takut menulari sang suami…. Berkali-kali menolak berhubungan intim dengan suami. Aku kekeuh sampe sembuh ga akan berhubungan dengan suami.. Hiks… Kasian juga sih bojoku itu.. Hehehe
Abis konsultasi sama salah satu sahabatku di Denpasar, akhirnya kami berdua memutuskan berkunjung ke dokter kandungan. Agak jauh juga lokasinya. Di dekat Gatsu Barat, tapi lebih ke arah Dalung. Lumayan juga perjalanan yang kami tempuh dari Nusa Dua ke Dalung sana,,, wooww.
Berbekal rasa pede dan agak malu-malu (sebenarnya), aku dan suami menunggu nomor antrian. Ternyata dokter ini terkenal juga. Pasiennya membludak. Kami menunggu sampai jam 11an malam. Behh.. Malamnyaaaaaa…
Ketika bertemu dokter, agak malu mengungkapkan keluhanku mengenai adanya rasa gatal-gatal ini. Untung suamiku siaga dan mau mengutarakannya sebagai pengganti aku, hehehe. Kemudian aku diUSG. Ternyata ditemukan adanya benjolan kista sebesar 2cm di dalam rahimku. Aku SHOCK. Terdiam. Hanya bisa menatap layar USG.
Dokter menjelaskan kalau itu adalah kista hormonal atau istilahnya kista fungsional. Kista fungsional sering skali terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. (keterangan mengenai kista bisa dilihat dari blog tetangga yaa). Jadi intinya aku ga perlu takut. Karena kista ini akan menghilang dengan sendirinya ketika hormonku menurun pasca menstruasi selesai. Meski pun begitu, rasa dag dig dug tetap bercokol di pikiranku. Aku teringat akan tanteku yang sampai sekarang belum memiliki momongan karena ada kista di dalam rahimnya. Aku takut tidak bisa memiliki keturunan dan tidak bisa membahagiakan suami. Hiks.
Sepulangnya dari klinik, aku masih terdiam. Suamiku sepertinya mengerti kenapa aku terdiam. Selama pengobatan, kami dilarang berhubungan intim. Aku berharap kista ini cepat menghilang. Karena semakin aku pikirkan, semakin aku stress. Hikshikshiks.
Blog ini pernah di post tanggal 12/10/2011
check my
otherblog
Ditampilkan sebanyak : 2363