Siapa sangka jika gizi ibu hamil akan sangat menentukan perilaku anak ketika sudah lahir nanti. Salah besar jika ibu hanya menganggap bawasannya gizi hanya akan mempengaruhi bagaimana kondisi kesehatan saat sedang hamil dan juga mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan.
Para peneliti tidak berhenti mencari hal-hal yang baru. Salah satunya mencari korelasi antara gizi untuk ibu hamil dengan perilaku anak. Jadi, secara sederhananya, apa yang ibu konsumsi selama masa kehamilan menentukan perilaku anak jika lahir nanti.
Terdengar tidak mungkin memang, tapi itulah sebenarnya. Karena penelitian ini tidak lakukan oleh para pakar yang sudah ahli di bidang kesehatan ibu hamil.
Beberapa Catatan yang Harus Ibu Ketahui
Siapakah yang melakukan penelitan tentang pengaruh nutrisi ibu hamil dengan perilaku anak? Ia adalah Dr. Barker. Dengan rekan-rekannya di Mental Health America, mereka mencoba untuk mencaritahu hubungan antara nutrisi yang didapatkan ibu hamil dengan perilaku anak.
Tentunya penelitian ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena obyeknya adalah ibu hamil. Dan mereka harus menunggu hingga anak lahir untuk mencari kesimpulan tentang korelasi antara gizi dengan perilaku anak.
Dan salah satu kesimpulan yang didapatkan, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder terjadi pada anak yang ketika masih di dalam kandungan tidak mendapatkan gizi yang seimbang. Anak akan cenderung susah diatur.
Tentu saja gizi saat hamil bukan satu-satunya penyebab masalah ini. Pola asuh serta lingkungan sekitar juga tak kalah berpengaruh terhadap perilaku anak seperti itu.
Selain itu, kesimpulan lain yang bisa ditarik dari penelitian Dr. Barker adalah bahaya diet tinggi lemak dan gula saat hamil. Ternyata, ibu hamil yang memiliki diet tinggi lemak dan gula menunjukkan metilasi DNA yang tinggi. Itulah mengapa anak yang lahir dari rahim seorang ibu seperti itu akan mengalami gangguan perilaku. Lebih spesifik, gangguan perilaku tersebut terlihat ketika anak berusia 7 hingga 13 tahun.
Jelas sudah bawasannya gizi untuk ibu hamil itu harus dipenuhi secara seimbang. Sayangnya masih banyak yang menganggap sepele hal ini. Umumnya, mereka hanya tahu bawasannya pemenuhan gizi yang dilakukan hanya untuk menjaga kesehatan selama kehamilan saja. Mereka tidak tahu bawasannya hal tersebut bisa berimbas pada perilaku anak di kemudian hari.
Mengantisipasi ADHD
Untuk menghindarkan akan terkena ADHD, kata kuncinya adalah mencukupi kebutuhan gizi seimbang ibu hamil. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan cara mengkonsumsi susu ibu hamil.
Di dalam susu, terhadap nutrisi yang setidaknya harus dicukupi oleh ibu hamil setiap hari. Meskipun bersifat suplemen, susu ini sangat penting untuk memastikan ibu mendapatkan gizi yang seimbang.
Selain itu, ibu perlu menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, khususnya minuman yang mengandung soda. Karena soda mengandung kadar gula yang tinggi yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil.
Meskipun penelitian ini berhasil membuktikan bawasannya gizi ibu hamil mempengaruhi perilaku anak nantinya, bukan berarti hanya gizi yang mempengaruhi. Ini yang juga harus dipahami. Lingkungan dan cara mendidik anak juga tak kalah berpengaruh.
Akan tetapi, jika anak ibu nanti ternyata terkena ADHD, entah apapun penyebabnya, ibu bisa memberikan suplemen gizi yang memang dibuat untuk menurunkan risiko ADHD. Jadi, ibu tidak perlu khawatir. Yang penting, selama kehamilan, ibu harus penuhi semua nutrisi untuk ibu hamil agar risiko anak terkena ADHA bisa diturunkan.
Ditampilkan sebanyak : 997